Pendahuluan
Permasalahan ekonomi merupakan masalah yang sangat urgen untuk di cari solusinya. Dunia menjawab permasalahan ini dengan sistem ekonomi kapitalis . Setelah ditelisik ternyata sistem ekonomi ini hanya menunggu kehancuran. Dunia hanya tahu dua sistem ekonomi ini padahal sekitar 14 abad yang telah lalu, bahwa Ekonomi Islam merupakan sebuah sistem yang mampu memjawab permasalahan ekonomi.
Permasalahan ekonomi merupakan masalah yang sangat urgen untuk di cari solusinya. Dunia menjawab permasalahan ini dengan sistem ekonomi kapitalis . Setelah ditelisik ternyata sistem ekonomi ini hanya menunggu kehancuran. Dunia hanya tahu dua sistem ekonomi ini padahal sekitar 14 abad yang telah lalu, bahwa Ekonomi Islam merupakan sebuah sistem yang mampu memjawab permasalahan ekonomi.
Pulau Kalimantan merupakan pulau terbesar di Indonesia dan terkenal dengan sebutan paru paru dunianya. Salah satu pengekspor terbesar batu bara, penghasil emas, intan, dll. Dengan sumber daya alam yang berlimpah ruah ternyata di masyarakat Kalimantan masih ada ketidakadilan dan ketimpangan dalam pendistribusian pendapatan.Maka dari itu, Kelompok Studi Ekonomi Islam-Forum Studi Qur'an(KSEI-FSQ) Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat bekerjasama dengan Forum Silahturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) akan menyelenggarakan ISB sebagai salah satu serangkaian kegiatan Temu Ilmiah Nasional (TEMILNAS) X 2011.
Deskripsi Kegiatan
Konferensi yang akan dibuka langsung oleh Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan ini terdiri dari pemaparan materi acara seminar, presentasi, ekspose data realita Sumberdaya Alam bumi Kalimantan, sehingga menghasilkan solusi dan menjadi usulan pedoman bagi pemerintah dalam sistem kepemilikan, pengelolaan dan pendistribusian kekayaan alam yang adil dan merata oleh para ahli ekonomi islam yang terdiri dari praktisi, pemerintah, akademisi, serta pengamat ekonomi. Dari acara ini diharapkan peserta dapat menggali ilmu menganalisa dan mengkritisi paparan para pembicara sehingga pada akhirnya dapat menghasilkan usulan konkrit mengenai pedoman sistem kepemilikan, pengelolaan, dan pendistribusian kekayaan alam bagi pemerintah.
Konferensi yang akan dibuka langsung oleh Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan ini terdiri dari pemaparan materi acara seminar, presentasi, ekspose data realita Sumberdaya Alam bumi Kalimantan, sehingga menghasilkan solusi dan menjadi usulan pedoman bagi pemerintah dalam sistem kepemilikan, pengelolaan dan pendistribusian kekayaan alam yang adil dan merata oleh para ahli ekonomi islam yang terdiri dari praktisi, pemerintah, akademisi, serta pengamat ekonomi. Dari acara ini diharapkan peserta dapat menggali ilmu menganalisa dan mengkritisi paparan para pembicara sehingga pada akhirnya dapat menghasilkan usulan konkrit mengenai pedoman sistem kepemilikan, pengelolaan, dan pendistribusian kekayaan alam bagi pemerintah.
Tujuan Konferensi :
Peserta dapat menggali ilmu, menganalisa, dan mengkritisi paparan para pembicara sehingga pada akhirnya dapat menghasilkan usulan konkrit mengenai pedoman sistem kepemilikan, pengelolaan, dan pendistribusian kekayaan alam bagi pemerintah
Tema
“Rekonstruksi Sistem Kepemilikan, Pengelolaan dan Pendistribusian Kekayaan Alam untuk Kesejahteraan Masyarakat yang Adil dan Merata”.
Pemerintah, Praktisi, Akademisi, Pengamat, aktivis lingkungan hidup, Pakar Ekonomi, mahasiswa, ulama dan masyarakat Umum.
Hari dan Tanggal Pelaksanaan : Sabtu, 12 Maret 2011
Waktu : 08.00 – 13.00 WITA
Tempat: Gedung Sultan Suriansyah
Keynote Speech : Ir. Gusti Muhammad Hatta (Menteri Lingkungan Hidup RI)*
Moderator : Akhid Yulianto, SE. M.Sc (Log), (Dosen FE. Unlam)
Pembicara :
- Darwin Zahedy Saleh (Menteri ESDM RI)*
- Prof. Dr. Sharifuddin Bin Muhammad Zain (Dosen Faculty of Science, University of Malaya Malaysia dan Seorang Aktivis dan Pengamat Ekonomi Islam Malaysia).
- Prof. Dr. Ing. H. Fahmi Amhar (Profesor Riset Bidang Sistem Informasi Spasial Bakosurtanal, Peneliti Utama (IV/e) pada Badan Koordinasi Survei & Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) & Kepala Balai Penelitian Geomatika di Bakosurtanal).
- Ir. Dwi Condro Triono, M.Ag (Doktor Univ. Kebangsaan Malaysia dan Wakil Ketua III STEI Hamfara Yogyakarta).
